Smart Parenting Tips: Hadapi Perilaku Balita Anda

Share Icon Facebook Twitter Pinterest
899 views Sep 23, 2015
   

 Balita – si trouble maker

  

 

MamsPaps pusing menghadapi si kecil yang rewel dan bandel?

Hal-hal kecil yang MamsPaps lakukan untuk menangani si junior trouble maker berpengaruh dalam pembentukan karakter si kecil ketika besar nanti, apakah akan menjadi anak yang manja atau mandiri, tergantung dari cara MamsPaps menangani masalah perilakunya ketika balita.

 

Perkembangan balita

Ketika si kecil sudah mulai bisa mengoceh, aktif berlarian, bahkan sudah tau apa yang dia sukai, merengek minta ini itu, Mams Paps sudah mulai kewalahan menghadapi rewelnya dan keaktifan si kecil, kadang-kadang malah merasa kesal, seolah-olah kenakalan si kecil dilakukan dengan sengaja.

Dalam menghadapi hal ini, MamsPaps mulai untuk bersikap tegas dan memberlakukan batasan-batasan mana yang boleh dan tidak secara konsisten. Ya contohnya saja dengan memberlakukan system “reward & punishment”, si kecil belajar mana sikap yang buruk dan mana yang baik.

Tantrum

Tantrum biasanya ada 2 tipe penyebab tantrum

  1. Si kecil kelelahan, atau lingkungan yang kurang nyaman seperti terlalu panas, atau terlalu ramai, atau terlalu bising.
  2. Mencari perhatian atau merengek, biasanya si kecil menginginkan sesuatu atau ingin melakukan sesuatu tapi Mams Paps tidak mengijinkan. Nah ini yang bahaya, jika MamsPaps luluh dan menyerah dengan tindakan tantrumnya, si kecil belajar dan dikemudian hari akan menggunakan cara yang sama untuk mendapatkan sesuatu.

Berikut cara-cara menangani si kecil yang sedang tantrum:

  1. Peluk si kecil dari belakang.
  2. Biarkan si kecil mengamuk atau merengek, MamsPaps bisa berpura-pura tidak peduli, dan bilang “Mama/Papa tidak mengerti apa yang kamu mau kalau kamu terus merengek dan nangis.”
  3. Sabar. Kunci utama dalam menghadapi si kecil yang sedang mengamuk adalah “sabar” dan tetap konsisten dengan apa yang MamsPaps sudah lakukan.
  4. Ketika si kecil sudah tenang, peluk si kecil, dan berikan pengertian mengapa si kecil tidak boleh melakukan sesuatu atau mendapatkan sesuatu.

Marah dan Agresif

Marah merupakan salah satu ekspresi yang natural. Namun, beberapa anak tidak mengerti cara mengungkapkan kemarahan, dan melampiaskannya dengan memukul, menggigit, membanting barang tanpa suatu alasan, berarti si kecil butuh perhatian ekstra.

  • Ajarkan si kecil untuk mengenali emosinya. Ketika si kecil mulai memukul-mukul, dan bertindak kasar, tanyakan “kamu marah? Marah kenapa? Kamu marah karena mainan kamu rusak?” Tanyakan alasannya, bantu si kecil mengenali juga alasan apa penyebab kemarahannya.
     
  • Berikan pengertian pada si kecil mana yang baik dan buruk, dan berikan alasannya, katakana bahwa melempar barang itu tidak baik karena barang bisa rusak dan tidak bisa diperbaiki atau memukul dan menggigit teman tidak baik karena dapat melukai dan menyakiti teman.
     
  • Hindari kekerasan pada si kecil, seperti mencubit atau memukul si kecil karena akan memperburuk sifat kasarnya. Walaupun hanya sekedar cubitan atau pukulan lembut seperti “sini Mama cubit tangan yang nakal” membiarkan anak belajar bahwa menyakiti orang lain itu boleh.
     
  • Bantu si kecil menyalurkan kemarahannya, misalnya katakan “Setiap tarik nafas, katakan kenapa kamu marah, remas playdough ini, atau sobek kertas ini”.
     
  • Berikan penghargaan jika si kecil telah berperilaku baik, tidak perlu dalam bentuk barang, misal dengan mentraktir es krim atau hanya dengan pelukan dan katakan “Mama bangga kamu sudah berperilaku baik hari ini.
     

Tidak Mandiri dan Selalu ingin Menempel dengan MamsPaps

Hampir semua balita mengalami hal ini sampai usia tertentu. Si kecil yang selalu manja dan tidak mau lepas dari MamsPaps menunjukan kebutuhan si kecil akan perhatian dan keamanan. Si kecil merasa tidak aman jika jauh dari MamsPaps.

Jika si kecil melakukan hal tersebut berlebihan, mungkin pertanda bahwa si kecil merasa tidak sehat atau stress dengan keadaan lingkungan sekitar yang terlalu ramai dan bising atau tempat baru yang asing bagi si kecil. Namun terkadang MamsPaps kesal ketika si kecil merengek ingin selalu digendong dan tidak ingin lepas dari MamsPaps.

  • Berikan rasa aman pada si kecil. Misal si kecil tidak mau bermain sendiri di taman bermain anak, berikan pengertian “Kamu main disini ya, mama dan papa ada disitu tidak jauh, lihat kamu main.”
  • Berikan pelukan hangat ketika si kecil merasa tidak aman.

 

Remember - when children behave worst it is usually because they need more affection - and what they usually get is less affection.

  • Try to turn this around.
  • Give your toddler some special time with you every day.

If your toddler's behaviour is becoming very difficult for you to manage and/or if you are worried, it is important to get some professional help. Getting things on the right track when children are young is much easier than trying to solve problems later on. In South Australia you could call the Parent Helpline 1300 364 100

Take time for you

Being a parent of a toddler takes lots of time and energy. Make sure you have some time for yourself to do something you enjoy. For this you may have to leave your toddler with someone else for a while. We all need to recharge our batteries regularly - it helps us keep going.

Beberapa ide yang dapat membantu

There will be problems when you live with a toddler. They want to be independent but they don't have self control.

Child proof the environment
Put away valuables and dangerous objects. But make sure your toddler still has interesting things to do.

Don't just say "No" - divert and distract
If they are doing something that you want them to stop, don't just say "no". Help them to do something different. Say "Look at this". Use games - "I'll race you to the bath", "let's hop like kangaroos to the table". A bath, music or story can help when children are tired.

Prepare for changes
When changes are happening toddlers feel stressed and they need extra attention, love and security. Big changes such as moving house or a new baby can be very hard, but even little changes, such as leaving the playground can upset them a lot. Allow them their cuddly toys, dummies etc. If possible prepare them in advance for change a little at a time. Tell or show them what the change may mean.

When you have to leave them
Toddlers often cry or scream when left with someone else because they are frightened of being separated from their parents. When leaving children say goodbye and reassure them that you will come back. See 'Separation anxiety' for more ideas.


Share Icon Facebook Twitter Pinterest
RELATED CONTENT