Asyiknya Membaca Bersama si Kecil

Share Icon Facebook Twitter Pinterest
1195 views Nov 19, 2015
   

Oleh Eva Lukita, Jakarta

 

Mams & Paps, masih ingat cerita Timun Mas, Bawang Merah dan Bawah Putih, atau Malin Kundang? Semasa Mams & Paps kecil dulu banyak sekali cerita-cerita daerah, legenda, dan mitos dari nenek kakek yang masih berkesan hingga kini. Mams & Paps masih ingat bukan bagaimana cerita si Malin Kundang yang durhaka pada ibunya hingga dikutuk menjadi batu atau cerita si Bawang Putih yang baik hati dan mendapatkan kehidupan bahagia? Ternyata dalam cerita-cerita tersebut tersirat pesan-pesan moral dalam pembentukan karakter positif seseorang.

Kini telah banyak juga bermunculan cerita anak-anak modern yang sarat dengan pesan moral, namun  yang menjadi concern kita kini adalah apakah Mams & Paps sudah cukup menghabiskan waktu membaca buku cerita bersama si kecil?

Storytelling atau mendongeng dalam bahasa kita, memiliki banyak manfaat dalam perkembangan si kecil mulai dari perkembangan bahasa dan kosakata si kecil, makna-makna dalam buku cerita, pengenalan binatang atau tumbuhan,  hingga pembentukan karakter. Otak si kecil seperti spons dalam menyerap informasi disekitarnya sehingga ketika Mams & Paps mendongeng kepada si kecil banyak informasi yang diserap.


Ketika Mams & Paps membacakan cerita untuk si kecil, banyak bahasa-bahasa baru dari buku yang baru ia kenal. Si kecil juga belajar mengenai konsep hidup. Misalnya dari cerita Pinokio, ia akan belajar konsep sebab akibat, si kecil akan mengerti bahwa berbohong adalah perbuatan yang tidak baik dan tentunya ada konsekuensi. Dengan membaca bersama si kecil, terjadi bonding yang kuat antara Mams & Paps dengan si kecil. Berbagai cerita yang imajinatif penuh visual dan kata-kata juga dapat mengembangkan daya imajinasi si kecil.

 

Sejak usia berapa sih MamsPaps bisa bercerita atau mendongeng untuk si kecil?

Sedini mungkin! Bahkan bayi yang baru lahir pun sudah mulai dikenalkan dengan buku cerita. Kini banyak sekali toko mainan atau toko buku yang menjual story book untuk bayi dengan bahan kain atau boneka yang penuh dengan visual dan interaksi. Misalnya saja buku-buku tentang hewan yang mengajak si kecil merasakan sensasi memegang kulit buaya atau menyentuh bulu anak ayam atau buku-buku yang dilengkapi dengan musik dan halaman yang pop up.

 

Sampai usia berapa?

Tidak ada batasan usia berapa orang ingin mendengarkan cerita, bahkan hingga kakek nenek pun masih senang mendengarkan cerita. Jika si kecil sudah bisa membaca sendiri, biarkan ia mengeksplor buku ceritanya, dan ciptakan interaksi dengan si kecil, dengan bertanya isi ceritanya, atau berinteraksi dengan si kecil dengan suara-suara hewan dan lain-lain. Anak yang dibacakan buku cerita sejak dini akan menjadi anak yang lebih suka membaca dibanding anak yang jarang mendengar cerita bersama orang tua ketika usia dini.

 

Kapankah waktu yang tepat untuk membacakan cerita?

Dengan segala kesibukan Mams & Paps, juga kepadatan jadwal si kecil, mendongeng menjadi kegiatan yang hampir ditinggalkan.

Carilah waktu luang yang rilex dan tenang. Waktu sebelum tidur adalah waktu yang paling tepat untuk membacakan cerita untuk si kecil (bedtime story). Dengan situasi yang lebih tenang, lepas dari gadget dan tv, sebelum tidur si kecil dan MamsPaps merasa lebih rileks dan membacakan cerita pun lebih santai dan fokus.

Waktu-waktu luang seperti waktu bermain di weekend juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk membaca cerita bersama si kecil. Sekali-kali ajak si kecil ke perpustakaan-perpustakaan umum yang children friendly. Kini cukup banyak di Jakarta, dan beberapa daerah menyediakan perpustakaan umum yang menyenangkan khusus untuk anak-anak.

 

Bagaimana sih membacakan cerita yang menarik untuk si kecil?

Mams & Paps tidak perlu menjadi storyteller professional untuk membacakan cerita untuk si kecil, cukup ciptakan interaksi yang menyenangkan dengan si kecil. Berikut beberapa tipsnya:

  • Pilih dan seleksi buku cerita dari segi konten cerita juga warna ilustrasi yang menarik untuk si kecil
  • Baca terlebih dahulu ceritanya, dan sehingga Mams & Paps bisa mendalami karakter apa saja yang ada di dalam cerita dan emosi apa yang tersirat, apakah sedih atau marah, dll.
  • Perhatikan tone suara Mams & Paps, kapan harus tinggi, kapan harus pelan, kapan harus menekankan suara, kapan harus lembut sesuaikan dengan karakter dan situasi cerita.
  • Bernyanyi, pelajari beberapa lagu anak, dan sesuaikan dengan cerita dibuku.
  • Jika ada lebih dari satu karakter dalam buku cerita, ciptakan suara yang berbeda setiap karakter akan menjadi hal yang menarik untuk si kecil. Kuncinya adalah latihan. (Practice makes well)
  • Tambahkan interaksi dengan si kecil ditengah cerita, misalnya tiba-tiba tanyakan lagi “kenapa ya si macan tadi menangis?” Atau tanyakan pendapat si kecil “Menurut kamu, boleh tidak si monyet mencuri pisang Pak Tani?” Atau juga bisa dalam bentuk gerakan “Hap! Lalu Elang menangkap tikus si pencuri” sambil tiba-tiba menggenggam tangan si kecil.
  • Gunakan props yang sesuai jika ada bisa dalam bentuk boneka atau puppet doll.
  • Selesai membaca cerita tanyakan si kecil pendapatnya mengenai cerita tersebut dan review isi ceritanya.

Selektif dalam memilih buku cerita!

Sebelum Mams & Paps  membacakan buku cerita untuk si kecil, pastikan MamsPaps sudah membacanya terlebih dahulu, dalami makna cerita dan cek kembali gambar-gambar ilustrasinya, karena tidak jarang juga buku anak-anak yang ternyata isinya tidak sesuai dengan anak-anak. 

Mams & Paps pastinya selalu memiliki harapan besar si kecil dapat tumbuh menjadi anak yang pintar dan yang paling penting memiliki karakter yang baik. Membacakan cerita untuk si kecil bukan hal yang sulit jika mulai dibiasakan dari sekarang. Selain bermanfaat untuk pembentukan karakter dan perkembangan bahasa dan emosi, dengan membacakan cerita terbentuk juga hubungan emosional antara Mams & Paps dengan si kecil dan tentunya akan menjadi memori yang berkesan hingga dewasa nanti.

Manfaat Story Telling:

  • Pembentukan karakter positif
  • Memperkaya bahasa
  • Mengembangkan imajinasi, si kecil belajar mengaitkan gambar dengan cerita.
  • Setiap buku cerita mengandung  pesan moral yang berbeda: pengenalan sifat karakter, pengenalan emosi, belajar sebab-akibat, pertemanan, dll.
  • Mempererat hubungan emosional MamsPaps dengan si kecil
  • Menumbuhkan hobi membaca sejak kecil

Share Icon Facebook Twitter Pinterest
RELATED CONTENT